NEOnet - Nusantara Earth Observation Network
img
0213169010 info@neonet.id
GEORADAR
img

Pencitraan kondisi bawah permukaan dengan metode geofisika semakin berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi, dengan memberikan hasil yang lebih cepat, dan peralatan yang lebih ringkas. Salah satu metode geofisika yang tidak merusak atau non destructive test adalah Ground Penetrating Radar (GPR) atau biasa disebut juga dengan nama Georadar, yang berkembang pesat luar biasa sejalan dengan kemajuan dalam perkembangan teori, teknik, teknologi, dan jangkauan aplikasi. Pada awalnya GPR diterapkan pada material geologi alam, tetapi sekarang GPR dapat diterapkan dengan baik pada berbagai media lain seperti kayu, beton, dan aspal.

Berbagai macam aplikasi Georadar ini mencakup bidang studi seperti studi pencemaran air tanah, geoteknik teknik, sedimentologi, glasiologi, dan arkeologi.

Perkembangan teknologi memungkinkan pengambilan data dilakukan dengan cepat, melewati permukaan yang beragam, penyimpanan data di cloud, dan peralatan yang semakin ringkas. Kemampuan GPR untuk mencitrakan kondisi bawah permukaan dengan cepat merupakan tantangan ke depan dari metode ini. Akuisisi data pada cakupan area luas dan bisa melakukan pencitraan bawah permukaan 3D yang cepat menjadi hal yang memungkinkan dilakukan pada waktu mendatang.

Metode Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan teknik eksplorasi geofisika menggunakan gelombang elektromagnetik, bersifat non destructive, dan menghasilkan resolusi tinggi terhadap konstras dielektrik material dan formasi geologi yang relatif dangkal.

Sistem radar terdiri dari control unit yang mengatur pengumpulan data, antena pemancar, dan antena penerima. Antena pemancar menghasilkan serangkaian gelombang radio yang akan ditransmisikan melewati medium dan selanjutnya kembali ke antena penerima dalam orde nano detik (ns). Refleksi gelombang elektromagnetik akan terjadi pada bidang batas antara dua media yang mempunyai kecepatan propagasi yang berbeda. Waktu yang diperlukan pulsa untuk merambat dari antena transmisi ke antena penerima sebanding dengan kedalaman feature bawah permukaan yang menyebabkan refleksi.

Keberhasilan eksplorasi metode-metode geofisika sangat bergantung pada kontras sifat-sifat fisik dari batuan atau lapisan bawah permukaan. Sifat Elektromagnetik dari material berhubungan dengan komposisi batuan dan kadar airnya, yang merupakan pengontrol utama kecepatan perambatan gelombang radar dan atenuasi gelombang elektromagnetik dalam material. Di dalam batuan, radar sangat sensitif terhadap perubahan tipe batuan dan kandungan air.


Ilustrasi Pengambilan Data GPR (Reynold 1997)

Penetrasi  gelombang ditentukan oleh sifat kelistrikan lapisan/batuan dan besarnya frekuensi antena yang digunakan. Sinyal radar frekuensi tinggi menghasilkan resolusi yang lebih tinggi, tetapi dengan kedalaman  penetrasi yang lebih terbatas. 

PTPSW telah menerapkan metode ini untuk berbagai kegiatan seperti penentuan kedalaman gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Siak, pemetaan utilitas bawah tanah (kabel, pipa, dll).




img

img