NEOnet - Nusantara Earth Observation Network
img
0213169010 info@neonet.id
GEOLISTRIK
img

Prinsip dasar geolistrik 2D adalah menggunakan nilai tahanan jenis sebagai pembeda antar litologi dengan asumsi bahwa adanya perbedaan properties fisik pada setiap jenis litologi akan menghasilkan nilai tahanan jenis yang berbeda. Prinsip pengukuran dalam metode tahanan jenis adalah dengan menginjeksikan arus listrik (dalam satuan mA) ke dalam bumi melalui dua elektroda arus, kemudian beda potensial yang terjadi (dalam satuan mV) diukur melalui dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat diturunkan variasi nilai tahanan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (dalam satuan ohm-m).


Gambar 1. Ilustrasi pengambilan data Geolistrik


Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat diturunkan nilai tahanan jenis semu (ra) sebagai:


dimana k merupakan faktor geometri yang bergantung kepada susunan elektrodanya (konfigurasinya).

Ada beberapa variasi cara penempatan elektroda arus A dan B dan elektroda potensial M dan N, tetapi variasi yang umum digunakan dalam pendugaan geolistrik cara tahanan jenis adalah susunan elektroda simetri misalnya konfigurasi Schlumberger, Wenner, dan Dipole-dipole. Dalam survei ini digunakan Konfigurasi Double Dipole, dimana susunan elektrodanya mempunyai spasi yang konstan. Visualisasi sistem pengukurannya dapat dilihat pada gambar 2.


Gambar 2. Visualisasi pengukuran tahanan jenis 2D Konfigurasi Double Dipole


Nilai tahanan jenis semu untuk konfigurasi Dipole-dipole ini adalah:



Pihak yang Terlibat

  • Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSW) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  • Pemerintah Daerah
  • Konsultan

img

img